Pesawat Kertas


Pesawat kertas lepas landas

melayang elang di awang

tanganku bandara sepi

selepas hari kau pergi.

 

Pesawat kertas ketir-ketir

cuaca hatimu awan mendung

lemah sayap itu lelah

menadah angin-angan

yang berubah-ubah arah.

 

Pesawat kertasku goyah

kauguyur hujan sayapnya hancur

jatuh di lembah hatiku

dan tiada pernah kau pungut.

 

2017

—————————————————————————————————————————————

Catatan Redaktur:

 

Petang yang biasa, jalan kota yang pula biasa, marak dengan kendaraan roda empat dan dua, seperti angin yang lalu-lalang di pohon mangga dan kersen yang rindang. Ada sekian celah buat mata membaca awan yang perlahan geser nuansa dari putih ke abu. Saat santai begini di sebuah kedai, ingat satu judul puisi seorang rekan berbincang yang datang jauh dari Gunungkidul. Tentu tak lekas saya menyerobot begitu saja, memasuki ruang perenungannya tanpa berbasa-basi menyoal personal dia.

 

Kira-kira Agustus tahun lalu, di sela-sela acara pertunjukan teater di gelanggang timur UIN, topik dialog kami perihal puisi berlangsung serius. Saya tak tahu, apakah obrolan itu hanya segelintir adegan amat tak penting atau malah menjelma gema yang berdurasi panjang dan terngiang baginya. Keraguan saya pun terjawab selama beberapa bulan. Saya dapat beri umpama buat kegigihan dia dalam berlatih menulis, seperti halnya seorang pengrajin lipat kertas yang tekun merawat keterampilan melipat lembaran masa lalunya menjadi sebuah pesawat kertas.

 

Ada dua momen sekaligus yang merefleksikan pikiran saya usai membaca. Pertama, pantulan masa kanak di suatu sore yang berada dalam situasi getir ketika berpisah dengan ibunya, atau mungkin dugaan keras saya lainnya mengenai suasana melankolis aku-lirik yang bertepuk sebelah tangan. Namun, kedua hal ini adalah semacam respon langsung dari saya yang belum tentu kepastiannya.

(Kedai Mare, 2018)

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s